Skip to main content

Inspirasi itu Perlu, Sobat

Saat memotret sudah tak lagi berkutat pada hal-hal teknis, semisal modus auto versus manual atau kamera hape versus kamera DSLR yang sejatinya tidak bermanfaat dalam ranah menghasilkan gambar yang baik, maka sudah waktunya untuk memikirkan “pesan” yang akan disampaikan lewat gambar atau hasil dari karya foto itu sendiri. Kemampuan “menyampaikan pesan lewat gambar” sesungguhnya merupakan keterampilan tersendiri, terpisah dari keterampilan teknis fotografi. Ia ada dalam ranah ide dan dibungkus dengan kreatifitas. Semuanya bergantung sepenuhnya pada sang pemotret.

Ada kalanya seorang pemotret pada suatu ketika “kehabisan ide” saat memotret. Manakala ini terjadi, hal yang perlu dilakukan adalah menemukan inspirasi baru dari ide-ide yang sudah ada. Ini tidak lantas bermakna menjiplak ide, namun mengolah kembali sesuai dengan kebutuhan pemotret. Ide boleh saja serupa, tapi karya tidak. Sah saja.

Inspirasi bisa berasal dari apa pun. Melihat karya yang sudah ada, baik karya foto maupun karya seni rupa lainnya, bisa menjadi sumber inspirasi. Berdiskusi, terlibat dalam komunitas fotografi setempat, bahkan googling pun dapat dilakukan untuk mendapatkan ide-ide baru dalam menciptakan gambar yang baik, yang sesuai dengan harapan. (more…)

Pondok Lensa, Lensa Ini Aku Pinjam

Saya pengguna kamera DSLR Nikon. Sewaktu saya membeli kamera digital ini awal tahun 2011 lalu, isi celengan langsung kering kerontang. Lensa yang saya pakai adalah lensa kit alias lensa terpasang dalam paket pembelian, dengan rentang fokal 18-55mm f3.5-5.6G VR. Sepulang dari Focus Nusantara, tempat saya membeli kamera D5100 tersebut, saya lalu diet. Diet ketat.

Lama.

Kira-kira nyaris lewat setahun kemudian, hadirlah lensa tele zoom Nikkor 55-200mm VR dalam dekapan. Saya kegirangan.

Biasa, namanya juga anak baru. Mendadak hobi memotret sembunyi-sembunyi. Mencuri-curi. Candid, bahasa keren fotografer kota besar. Kan, bisa nge-zoom, bro! Akhirnya saya terjerumus dalam aktifitas memotret Portraiture. Dari kedua lensa milik saya itu, rentang fokal yang terpakai dimulai dari 35mm ke atas. Jarang saya pergunakan rentang fokal di bawahnya.

Bukan kebetulan, banyak acara photo hunting bertema model dan fashion yang digelar di Bandung. Jadinya saya terjerembab semakin dalam. Lagipula, memotret model dan/atau fashion berarti satu hal, motretin neng gareulis. Asyik, kan? Asyik, dong!

Namun, keterampilan memotret model/fashion saya tidak juga berkembang. Frame saya didominasi model yang tengah manyun, sedang merem, pas balik badan, dan lain sebagainya. Mereka yang cantik, kehilangan kecantikannya dalam karya foto saya. Entah karena saya yang begitu mudah terpana lalu ternganga dengan kecantikan paras para model atau mungkin memang nggak hoki mainin model ce… *hilang sinyal* Singkat cerita, saya bosan. (more…)

Perbarui Firmware Kamera DSLR Nikon

Suatu ketika di linimasa twitter saya, muncul pertanyaan yang di-retweet oleh akun air foto network. Rupanya pihak yang ditanya pun tidak memiliki referensi yang cukup soal kamera DSLR yang dimaksud. Tergerak membantu, saya lalu menghubungi sang empunya pertanyaan. Kami pun segera bertukar pesan, cukup banyak. Syukurlah saya dapat membantu.

Saya bukan pemilik kamera DSLR Nikon D3100. Namun, saya pernah memiliki pengalaman dalam memperbarui firmware kamera Nikon D5100 milik saya. Sepengetahuan saya, tahapan pembaruan firmware pada kamera Nikon pada umumnya sama saja. Itu yang akan saya bagikan di sini.

Namun sebelumnya, apakah firmware itu? (more…)