Skip to main content

Pondok Lensa, Lensa Ini Aku Pinjam

Saya pengguna kamera DSLR Nikon. Sewaktu saya membeli kamera digital ini awal tahun 2011 lalu, isi celengan langsung kering kerontang. Lensa yang saya pakai adalah lensa kit alias lensa terpasang dalam paket pembelian, dengan rentang fokal 18-55mm f3.5-5.6G VR. Sepulang dari Focus Nusantara, tempat saya membeli kamera D5100 tersebut, saya lalu diet. Diet ketat.

Lama.

Kira-kira nyaris lewat setahun kemudian, hadirlah lensa tele zoom Nikkor 55-200mm VR dalam dekapan. Saya kegirangan.

Biasa, namanya juga anak baru. Mendadak hobi memotret sembunyi-sembunyi. Mencuri-curi. Candid, bahasa keren fotografer kota besar. Kan, bisa nge-zoom, bro! Akhirnya saya terjerumus dalam aktifitas memotret Portraiture. Dari kedua lensa milik saya itu, rentang fokal yang terpakai dimulai dari 35mm ke atas. Jarang saya pergunakan rentang fokal di bawahnya.

Bukan kebetulan, banyak acara photo hunting bertema model dan fashion yang digelar di Bandung. Jadinya saya terjerembab semakin dalam. Lagipula, memotret model dan/atau fashion berarti satu hal, motretin neng gareulis. Asyik, kan? Asyik, dong!

Namun, keterampilan memotret model/fashion saya tidak juga berkembang. Frame saya didominasi model yang tengah manyun, sedang merem, pas balik badan, dan lain sebagainya. Mereka yang cantik, kehilangan kecantikannya dalam karya foto saya. Entah karena saya yang begitu mudah terpana lalu ternganga dengan kecantikan paras para model atau mungkin memang nggak hoki mainin model ce… *hilang sinyal* Singkat cerita, saya bosan.

Sebagai pemotret awam nan amatir yang pemula, saya tentunya tak boleh patah arang. Hasrat memotret harus tetap membara. Saya teringat akan rentang fokal yang saya anaktirikan selama ini, yakni di bawah 35mm hingga 18mm. Gosipnya, itu ranah fotografi lansekap alias bentang alam (darat, laut, udara, gunung, pantai, perkotaan, perdesaan, dsb). Sepertinya menarik. Saya suka gosip. Sama, ya? Wah, tak disangka… Eh, tau nggak cyin? Si itu lagi anu sama si ini, padahal si ini suka gitu sama si ono, cuih!

Maaf pemirsa, saya khilaf. Maksud saya, saya juga suka memotret lansekap. Bukan gosip.

Pendek kata, saya jadi lebih banyak memotret wide. Tidak lagi melulu berkutat dalam tele-photo. Tantangan dari isolasi obyek demi bokeh berganti menjadi komposisi obyek. Namun, saya merasa ada yang kurang. Petuah pemotret bijak: melangkah mundurlah bila cakrawala yang akan direkam kurang lebar; majulah bila obyek yang akan dipotret kurang dekat. Sudah saya coba mundur, tapi masih saja terasa kurang. Saya sepertinya butuh lensa wide, yang fokalnya di bawah 18mm.

Baca Juga:  Semarak Cap Go Meh Bandung

Seperti yang Sobat dan saya ketahui, harga lensa Nikkor bertipe wide sanggup membuat preman parkiran Alfama*t depan gerbang lama Unpad Jatinangor menitikkan airmata haru dan pedih. Mahal pisan, njing!  Tak peduli itu lensa wide produk Nikon atau merk pabrikan pihak ketiga (Tamron, Sigma, Tokina, dll) yang masih kinyis-kinyis baru keluar dari etalase Kamal Foto Supply Bandung atau hasil beli seken yang karetnya sudah aus akibat pemakaian bertahun-tahun. Sudah mahal, jarang yang jual, ya tambah mahal lagi, ateuh…

Hingga pada suatu ketika, PAF Bandung akan merayakan HUT-nya di Ciwidey (Baca tulisan saya dalam seri Ramey-ramey di Ciwidey).  Ini sebuah kesempatan emas memotret bentang alam, karena Ciwidey berisi gunung, danau, dan gunung lagi. Benar, memotret wide tak lantas harus ke gunung. Tapi kesempatan berada di sekitar pegunungan, lengkap dengan lensa wide terasa jauh lebih nikmat. Betul? Apalagi jika bareng Girls’ Generation. Ihirrr

Tapi, lensa wide-nya, mannna?!  *jadi ingat iklan di tipi*

Saya pun mengembara. Tersesat dalam belantara maya yang pekat dengan informasi.

Setelah melakukan wawancara mendalam dan pengamatan berpartisipasi dengan Om Gugel, lalu menguntit secara seksama lini masa Kang Chandra @fotobdg, dan menelisik coretan di dinding grup Hobi Foto Bandung yang katanya “motret gak motret tetep makan”, saya mendapat pencerahan. Di kota Bandung yang “paris pan japa” ini, ada tempat untuk pemotret fakir lensa seperti saya untuk mencurahkan segala kegalauan!

Dari beberapa nama yang mencuat, sebut saja Humanika atau Air Foto Network, ada satu tempat lagi yang menarik perhatian saya. Namanya Pondok Lensa. Di Ciumbuleuit letaknya.

665556_464467170258908_740370823_o

Sekilas, tidak ada perbedaan harga sewa yang mencolok diantara ketiganya. Beti. Beda tipis. Harga sewa item ini mahal di sana, yang itu mahal di sini, yang ini kok mahal di semua tempat…

Sebagai warga sementara Kota Jatinangor tercintah, lokasi ketiga tempat di atas sukar dibilang dekat. Yang pertama di Jalan Sunda, kedua di Jalan Suci, terakhir di Jalan Ciumbuleuit. Semuanya nun di Bandung sana. Saya tidak bisa membayangkan untuk tiba di sana harus berapa kali berganti angkot, melompati bus DAMRI, mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera, bersama teman bertualang… *berubah jadi ninja hatori*

Baca Juga:  Memotret Makanan? Seru!

Namun setelah memerhatikan dan menimbang dengan cara yang tidak begitu saksama, saya pun memutuskan Pondok Lensa lebih mudah dijangkau. Saya cukup mengempaskan pantat di kursi (bila dapat) dalam bus DAMRI Dipati Ukur – Jatinangor via tol M. Toha, lalu tidur barang sejenak dua jenak, kadang tiga jenak bila kumat macet di perempatan PT. INTI. Nantinya, setelah tiba di Kampus UNPAD di Jalan Dipati Ukur, saya tinggal menyambung perjalanan dengan angkot Cicaheum-Ciroyom. Gampang.

Akhirnya saya hubungi Pondok Lensa, sebulan sebelum acara PAF Bandung di Ciwidey. Lensa yang akan saya sewa adalah sebuah lensa  fixed Nikkor 35mm f1.8 DX dan satu buah lensa Tokina 11-16mm f2.8 AT-X. Saya hubungi Handoko, sang owner, untuk memesan. Kesepakatan tercapai, nama saya masuk dalam daftar calon penyewa.

Apa itu Pondok Lensa?

Lengkapnya Pondok Lensa Cafe and Rental. Berlokasi di Jalan Ciumbuleuit 24 Bandung, dengan dua lantai yang memisahkan dua target bisnisnya. Lantai bawah menjadi bagian dari Pondok Lensa Cafe, sementara Pondok Lensa Rental menempati lantai di atasnya. Walau berbeda core bisnis, sepertinya masih berada dalam satu manajemen. Mungkin. Saya belum pernah tanyakan itu.

Tidak sukar menjangkau lokasi Pondok Lensa. Jika Sobat pengguna angkot Caheum-Ciroyom seperti saya, cukup turun selepas traffic light Cihampelas – Ciumbuleuit. Tak perlu menumpang angkot atau ojek lagi, cukup lanjutkan berjalan kaki sekitar 100 meter ke Jalan Ciumbuleuit. Selain angkot Caheum-Ciroyom, Sobat juga bisa menumpang angkot trayek St.Hall – Ciumbuleuit atau Kalapa – Ledeng. Jika billboard FujiFilm sudah terlihat gagah terpampang, lihat ke arah sekitarnya. Sobat sudah tiba.

Jika Sobat tertarik untuk menyewa, melihat koleksi peralatan fotografi yang bisa disewa, price list, atau butuh informasi lebih tentang  Pondok Lensa, bisa klik tautan ini.

Sewaktu awal mengontak Pondok Lensa untuk proses booking lensa, prosesnya tidak rumit. Saya hanya mengirimkan pesan pendek berisi item lensa yang hendak saya sewa, tanggal sewa dan durasi sewa. Pesan balasan dari Pondok Lensa berupa ketersediaan lensa pada tanggal yang ditentukan serta total harga yang harus dibayar. Itu saja.

Ketika tiba saat saya untuk mengambil lensa, saya membawa fotokopi KTP, fotokopi Kartu Mahasiswa, fotokopi Kartu ATM. Nantinya, Pondok Lensa akan menyimpan satu dokumen asli (saya meninggalkan Kartu Mahasiswa) sebagai jaminan dan akan diserahkan pada pemiliknya setelah pengembalian lensa/kamera yang disewa.

Baca Juga:  Mengurai Beda (untuk) Merangkai Sama

Saya belum pernah menyoba menu makanan di Pondok Lensa Cafe, jadi tak ada yang bisa saya sampaikan kepada Sobat. Namun kabarnya, cafe ini memiliki menu spesial berupa pizza dengan desain yang dapat dipesan. Tidak melulu bulat, lonjong atau kotak saja. Nah, yang ingin saya bagikan kepada Sobat sekalian adalah pengalaman saya di lantai atas.

Jejeran lensa dan kamera yang disewakan tampak rapi dalam meja etalase kaca. Butuh bodi kamera Nikon atau Canon? Butuh lensanya? Ada. Silakan pilih. Kartu memori, filter lensa, baterai kamera, tripod, hingga lenspen juga ada. Calon penyewa juga diizinkan untuk mencoba kamera/lensa yang ada agar dapat mengenali kondisi barang yang hendak dipinjamnya.

Saya shocked, Sobat. Rupanya Pondok Lensa juga menyewakan sebuah bodi kamera DSLR Nikon D7000 idaman saya. Saat itu saya sempat gamang untuk menyewa dua lensa dan satu bodi. Namun saya berhasil untuk menahan diri untuk tidak tergoda. Fiuh..

Usut punya usut, usaha ini berawal dari kegemaran Handoko (sang pemilik rental) memotret. Ya, beliau juga fotografer. Dalam beberapa menit berbincang dengannya, saya sudah belajar banyak hal darinya. Apalagi, kami sesama pengguna kamera Nikon. Klop. Jadi, selain menyewa, saya dan Sobat juga dapat berdiskusi dengan pemilik maupun petugas yang ada di Pondok Lensa tentang fotografi maupun teknis kamera/lensa yang ada. Oh ya, jika Sobat menyewa untuk dua hari maka Sobat mendapat gratis satu hari menyewa alias mendapat total tiga hari penuh peminjaman.

* * *

Pengalaman menyewa dua buah lensa selama dua hari saat mengikuti HUT PAF Bandung ke 89 di Ciwidey sangat menyenangkan. Semua karya foto saya bertema alam Ciwidey saya produksi bersama lensa Tokina 11-16mm milik Pondok Lensa. Saya akan kembali ke Pondok Lensa. Ada item yang menjadi incaran saya selanjutnya. Semoga tidak lama lagi saya bisa ke Ciumbuleuit dan membawa pulang benda ajib itu untuk icip-icip selama tiga hari. Sobat, mohon doakan saya sukses berdiet lebih ketat.

Sobat punya tempat favorit menyewa peralatan fotografi? Tuliskan dalam kolom komentar di bawah.

Salam,

Adhy Langgar

adhylanggar

Perkenalkan. Saya Aprianus Langgar, namun lebih nyaman disapa Adhy.

6 thoughts on “Pondok Lensa, Lensa Ini Aku Pinjam

  1. Mohon infonya gan saya sedang mencari rental lensa nikon di kota kupang apakah ada?
    Terima kasih

    Salam

  2. Sobat, kisahmu mengingatkan hamba pada sebuah tempat favorit menyewa peralatan fotografi. Kalo ga salah namanya Pondok Lensa yang ada di Ciumbuleuit.

    Semoga diet ketatmu berhasil.

    1. Kang Randy, ternyata tempat favorit kita sama… *salaman*

      Iya nih, dietnya rada susah, masih belum sempet nyewa lagi.. hehehe..

      Makasih ya udah mampir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*