Skip to main content
babatu-dude

Kenalkan, the Babatu Dude!

tsk, sepertinya typo, mestinya “Dudes”, bukan “Dude”? Iya to Kak? Eh, hai… Halo, apa kabar?

Tulisan saya sebelum ini bertanda September. Tahun 2014! Phew… Lama juga saya berhibernasi, hingga blog ini nyaris terasa basi. #HeyIt’sRhyme

Jadi, supaya jang beking tamba lama lai, kitong mulai su ko?

* * *

Bapa mama kaka adek deng basudara dong samua, beta ada punya cerita sadiki.

Sebuah kisah tentang sejumlah lelaki tangguh dari Flobamora yang sedang merangsek masuk dalam ranah maya yang penuh sesak secara virtual bernama Yutub itu dari sejuknya Salatiga.

Mereka menyebut dirinya Babatu Dude. (more…)

Occasionally English

Hai. Halo. Apa kabar? Sehat?

Begini. Beberapa saat yang lalu saya sempat membuka laman Google Analytics dan memerhatikan data-data dalam laporannya. Bagi Sobat yang belum tahu, Google Analytics merupakan piranti lunak yang disediakan oleh Google untuk mengawasi perkembangan sebuah situs web. Piranti ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sang webmaster (pengembang situs) dalam memantau situs yang tengah ia bangun/kerjakan.

Macam-macam fasilitas yang ditawarkan oleh Google Analytics, salah satunya adalah Audience Overview alias Tinjauan Pengunjung Situs. Jika Sobat sedang mengembangkan situs pribadi dengan domain berbayar seperti saya, maka Google Analytics adalah salah satu online web analysis yang wajib Sobat pergunakan. (more…)

Kata Google, “Habede, Bro!”

Ini cukup mengejutkan. Bukan, bukan mengerikan; walau mungkin terasa sedikit menakutkan, tapi ini sesuatu yang sama sekali tidak terduga.

Saya punya kebiasaan ketika membuka laman peramban Google Chrome, yakni melihat doodle yang dibuat oleh Google.

Doodles are the fun, surprising, and sometimes spontaneous changes that are made to the Google logo to celebrate holidays, anniversaries, and the lives of famous artists, pioneers, and scientists.

Jadi, doodle yang dibuat oleh Google merupakan semacam pengingat atas sebuah peristiwa atau seorang tokoh di masa lalu yang cukup penting dan berdampak besar hingga saat ini. Kata kuncinya adalah PENTING. (more…)

Dyathra Silvana Baten Penantang di PPI 2014

Jawline yang tegas. Ini kesan saya saat kali pertama melihat foto Dhyva, demikian Dyathra Silvana Baten biasa dipanggil. Sebagai model, jelas ini merupakan keunggulan. Betapa tidak? Tulang rahang dan tulang pipi, jawline and cheekbone, merupakan unsur penting selain posture. Miliki ketiganya dan Sobat akan jadi model foto yang sangat dicari.

Berdasar pada pengalaman memotret saya yang baru seumur jagung, selain tulang rahang, sorot mata sang model foto pun menjadi kekuatan tersendiri. Sorot mata, selain pose, menjadikan sebuah karya foto dapat memberi  pesan lebih kepada pemirsanya. Saya juga melihat ini pada Dhyva. Ia punya tatapan yang, kata orang Kupang, “sama ke orang mo bakalai sa…“. (more…)