Skip to main content

Membuat Paspor itu Mudah dan Cepat

Sebagai warga negara, Sobat dan saya membutuhkan berkas-berkas yang membuktikan keabsahan status kewarganegaraan itu sendiri. Contoh, kita membutuhkan Akta Kelahiran agar tercatat sebagai manusia yang lahir di republik ini. Selanjutnya, Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga, jika Sobat ingin terdaftar sebagai manusia dewasa yang sedang bermukim di wilayah tertentu dalam NKRI. Ini soal perlindungan hukum dan pemenuhan hak dasar warga negara. Kelengkapan dokumen-dokumen ini adalah wajib. Tercatat maka terlindung. Begitulah idealnya.

Demikian halnya jika kita hendak keluar dari batas wilayah alias perbatasan negara. Untuk yang satu ini Sobat dan saya butuh sebuah dokumen lain, sebuah buku kecil berukuran saku yang bernama paspor.  (more…)

Antar Aku, XTrans!

Malam terus beranjak jelang akhir hari. Mobil Elf milik XTrans yang saya tumpangi bergerak perlahan. Sang pengemudi menyapa satpam yang berdiri di sisi lain areal parkir depan Hotel Batara, Cihampelas. Terdengar suaranya dari balik kaca jendela yang terbuka separuh, “Jalan dulu, ya”, katanya. “Hati-hati,” balas sang satpam. Singkat namun akrab.

Hari ini, tepatnya tengah malam ini, hari Sabtu, 4 Oktober 2014, saya tinggalkan Jatinangor, dan Bandung, dan Jawa Barat, dan Tatar Sunda, kembali ke rumah di Kupang, Tana Timor yang konon “lebe bae”. Setidaknya menurut warganya, penduduknya, asli atau bukan.

Dari arah depan, sayup-sayup terdengar obrolan sang sopir dengan penumpang di kursi nomer satu. Seorang perempuan muda, usia dua puluh-an, mahasiswi tingkat awal sebuah kampus teknika di Bandung. Ia mengaku hendak menuju Manado, pesawatnya akan berangkat pukul tujuh pagi nanti. Sang sopir sempat berujar, setengah berintuisi, kami akan tiba di Cengkareng, Tangerang, Banten, tidak lebih dari pukul dua pagi. Semoga saja begitu, karena pesawat udara yang saya miliki tiketnya dijadwalkan mengudara pukul empat. Soetta, Juanda, lalu El Tari.

Jam menunjukkan hari telah berganti, sudah Minggu.

(more…)

(Akhirnya) Kembali ke Ede

Sebuah perjalanan pulang tentu menyenangkan. Kenangan lama akan masa kecil yang indah, damai dan penuh cerita menyeruak perlahan seolah tengah menanti untuk diingat lagi. Apapun temanya, pulang adalah kembali pada kenangan.

Ede, nama sebuah kampung kecil di kaki bukit Delo. Secara administratif berada di wilayah kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya. Nama lain dari kampung ini ada We’e Wulla. Di sinilah saya menjalani masa kecil dalam buaian sarung milik Oma. Saya pernah menjalani hidup selama beberapa masa di rumah Opa Langgar, bersama tanaman jeruk di depan rumah yang berdinding bambu, kuda jantan dalam kandang di samping rumah, kandang babi di belakang rumah, kandang kerbau dan hamparan sawah yang mengitarinya. Ayam peliharaan Oma dilepas bebas ditingkahi gonggongan anjing yang berkejaran. (more…)

Melayang di Lasiana

Adhy, apa tempat wisata di Kupang?

Pertanyaan di atas sering saya peroleh jika sedang bertukar sapa dengan teman baru, terutama dengan orang yang baru saja mendengar nama kota tempat saya dibesarkan ini.

Secara geografis wilayah Indonesia memang sangat luas, pulau Jawa pun luas. Tidak salah jika Kupang, nun di Timor sana, tidak terdengar akrab di telinga kebanyakan orang yang saya temui kala di perantauan. Jika hendak dirunut, wawasan pariwisata sisi timur Indonesia bagi kebanyakan warga kota yang pernah saya singgahi, secara garis besar adalah melulu Bali, Lombok, Komodo, lalu Papua. Timor yang mereka pahami adalah sebuah negara yang pernah menjadi salah satu provinsi di Indonesia.

Lalu Kupang di mana? (more…)

Gemu Fa Mi Re. Putar Ke Kiri, Nona Manis…

Sore ini langit Jatinangor sedang mendung. Udara sejuk bukan main. Kelewat sejuk malah. Sambil menikmati segelas kopi, saya amati lini masa di dinding akun Facebook. Ada tulisan yang sangat menarik dari akun seorang teman, Phasa Josua.

Di dinding laman Facebook-nya, ia menulis tentang sebuah lagu yang saya ketahui berasal dari Pulau Flores. Terdorong oleh rasa penasaran, saya pun melakukan pencarian di situs Youtube. Wah, benar kata angua yang satu ini.

Lagu Gemu Fa Mi Re sudah menasional! Rupanya saya terlambat mengetahuinya. Maklum, lagi sibuk nulis.

Jadi, setelah melakukan pencarian kilat, saya berhasil menemukan beberapa video yang diunggah di situs berbagi video ini, baik klip video asli lagu Gemu Fa Mi Re maupun atraksi yang ditarikan dengan lagu ini di beberapa wilayah di Indonesia. Selamat menyimak. (more…)