Skip to main content

Membuat Paspor itu Mudah dan Cepat

Sebagai warga negara, Sobat dan saya membutuhkan berkas-berkas yang membuktikan keabsahan status kewarganegaraan itu sendiri. Contoh, kita membutuhkan Akta Kelahiran agar tercatat sebagai manusia yang lahir di republik ini. Selanjutnya, Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga, jika Sobat ingin terdaftar sebagai manusia dewasa yang sedang bermukim di wilayah tertentu dalam NKRI. Ini soal perlindungan hukum dan pemenuhan hak dasar warga negara. Kelengkapan dokumen-dokumen ini adalah wajib. Tercatat maka terlindung. Begitulah idealnya.

Demikian halnya jika kita hendak keluar dari batas wilayah alias perbatasan negara. Untuk yang satu ini Sobat dan saya butuh sebuah dokumen lain, sebuah buku kecil berukuran saku yang bernama paspor. 

Sehubungan dengan sebuah pekerjaan yang konon saya menjadi salah satu pesertanya, saya wajib memiliki dokumen keimigrasian ini agar dapat mengurus visa dan keberangkatan ke luar negeri. Namun seumur hidup ini saya belum pernah punya paspor. Apa yang harus dilakukan? Berikut ini saya bagikan kepada Sobat pengalaman saya membuat paspor di Kantor Imigrasi Kupang.

Saya sengaja memilih prosedur manual alias walk-in dengan beberapa pertimbangan. Saya tidak sedang diburu waktu dan ingin merasakan pengalaman ini. Maka pada suatu siang yang terik, selepas jeda makan siang, saya hidupkan mesin motor dan melaju ke arah Penfui, ke arah Kantor Imigrasi Kupang.

Siapkan berkas.

Sesuai dengan keterangan yang tercantum dalam laman resmi situs Ditjen Imigrasi, berkas yang saya siapkan sebelum membuat paspor adalah: 1) kartu tanda penduduk yang masih berlaku, 2) kartu keluarga, dan 3) akta kelahiran. Dokumen lain yang bisa digunakan untuk poin 3 (tiga) ini adalah buku nikah, ijazah atau surat baptis.

Setelah lengkap semua berkas, buatlah salinan masing-masing satu lembar. Jangan lupa, bawa serta semua dokumen asli dan fotokopi perbesar kartu tanda penduduk.

“Ini tolong fotokopi ulang dan di-zoom“, kata Pak Blegur, petugas loket penerimaan berkas pendaftaran yang saya temui saat menyerahkan kelengkapan berkas, sambil menunjuk salinan kartu tanda penduduk. Alasannya, tambah Beliau, agar tampak jelas saat dipindai.

Baca Juga:  Ramey-ramey di Ciwidey - PAF Bandung (1)

Masukkan berkas.

Gedung Kantor Imigrasi Kupang hanya bisa dijangkau dengan dengan kendaraan pribadi atau sewaan. Walau berada di kawasan yang ramai, belum ada rute angkot yang melintasi kawasan ini. Dalam bangunan ber-AC ini, ada dua buah loket yang berada di lantai bawah, sebelah kiri dan kanan setelah pintu masuk.  Gunakan loket sebelah kiri pintu jika hendak mengurus pembuatan paspor.

Ketika mendaftar, saya diberi sebuah map berwarna kuning berisi selembar formulir yang harus diisi. Tak ada kerumitan yang saya dapati saat mengisi formulir tersebut. Beri jawaban secara lengkap dan jujur. Itu saja.

Jika seluruh dokumen dinyatakan lengkap, maka petugas akan mengembalikan lembaran dokumen asli dan menyimpan berkas fotokopi. Saatnya pemotretan dan wawancara.

Foto dan Wawancara.

Karena penyerahan berkas saya lakukan menjelang sore, sekitar pukul tiga, saya diminta untuk melakukan proses foto dan wawancara keesokan harinya. Antrian sudah panjang, kata sang petugas saat itu.

Keesokan harinya, menjelang pukul sembilan pagi, saya sudah duduk manis di ruang tunggu kantor Imigrasi Kupang. Ketika nama saya dipanggil bersama beberapa orang lainnya, kami bergerak menuju sebuah ruangan lainnya dalam loket dan kembali duduk menunggu petugas bersiap. Tak lama kemudian, kembali nama saya disebut.

Proses foto, pengambilan sidik jari dan wawancara berlangsung cepat. Tidak banyak yang ditanyakan oleh pewawancara selain tentang pekerjaan dan tujuan pembuatan paspor. Petugas yang tampak sangat sibuk ini sesekali berhenti sejenak demi mengurus dokumen lain dalam tumpukan map kuning di atas meja kerjanya. Sejurus kemudian mesin pencetak berdengung.

“Ini kuitansinya, silakan bayar di BNI. Kalo sudah bayar, Pak langsung pulang sa“, ujarnya singkat. Saya ambil lembar kertas itu, ada catatan di sisi bawah: agar kembali tiga hari setelah membayar di bank. Usai mengucap terima kasih, saya tinggalkan Penfui dan melaju ke Kuanino. Saatnya membayar.

Bayar Tagihan.

Sewaktu mengisi formulir permohonan paspor, saya dihadapkan pada dua pilihan jenis paspor. Paspor dengan 24 halaman atau 48 halaman? Mengingat masa berlaku paspor selama 5 (lima) tahun, saya memutuskan untuk memilih paspor dengan 48 halaman. Mungkin saja di masa depan saya akan sering-sering melintasi perbatasan negara. Mota Ain tidak seberapa jauh dari Kupang, bukan?

Baca Juga:  (Akhirnya) Kembali ke Ede

Dengan kuitansi pembayaran dari loket Imigrasi di tangan, saya ambil nomer antrian teller dan menapaki tangga menuju lantai dua Bank BNI 46 Capem Kuanino. Biaya yang dibayarkan sudah tercetak: Rp300.000 untuk biaya pembuatan paspor dan Rp55.000 untuk jasa IT biometrik. Jangan lupa siapkan tambahan uang Rp5.000 untuk biaya admin bank. Tak usah kuatir, ini tarif resmi dan semuanya disetor langsung ke bank.

Ambil Paspormu.

Proses pemberkasan saya selesaikan pada hari Kamis. Bila dihitung tiga hari setelahnya, jatuh pada hari Minggu. Namun mustahil mengambil paspor saya pada hari libur. Hari Senin jauh lebih masuk akal.

Pada Senin pagi jelang pukul sepuluh saya sudah tiba di Penfui. Setelah menyerahkan kuitansi pembayaran dan bukti pembayaran dari bank, wajah saya sepertinya lebih berseri. Paspor saya sudah bisa dibawa pulang. Tinggal satu tugas lagi. Membuat fotokopi sisi depan dan belakang paspor saya, yang berisi foto, data dan tandatangan saya.

Begitulah. Akhirnya paspor sudah dalam genggaman. Tinggal mengisinya saja.

Agar Sobat tidak keliru, seluruh prosedur yang saya tuliskan di atas adalah proses untuk pengurusan si hijau paspor biasa, bukan paspor elektronik. Proses pemberkasan saya lakukan secara manual, bukan online. Jika Sobat ingin tahu proses pengurusan paspor secara online, silakan lihat tulisan berikut. Besaran biaya yang dibayarkan bervariasi berdasarkan jenis paspor yang Sobat ajukan, dapat Sobat lihat pada laman resmi Ditjen Imigrasi.

Sedikit saran untuk Sobat sekalian, lakukan pemberkasan pada awal minggu, pada Senin atau Selasa, agar di akhir minggu, sekitar Kamis atau Jumat, paspor sudah bisa diperoleh. Syarat dan ketentuan berlaku, tentunya.

Semoga bermanfaat.

Salam,

Adhy Langgar

adhylanggar

Perkenalkan. Saya Aprianus Langgar, namun lebih nyaman disapa Adhy.

2 thoughts on “Membuat Paspor itu Mudah dan Cepat

  1. Maaf saya orang surabaya,31 tahun.saya pernah jadi tkw melalui pt di kupang,pada tahun 2009 paspor saya keluar.tahun 2015 paspor saya hilang di malaysia.karena ketidak samaan data di paspor dan di dokumen asli.saya tidak bisa mengurus di malaysi.akhirnya saya pulang ke surabaya jalur SPLP.saya coba urus di kantor imigrasi surabaya.sslama hampir 2 bulan.setelah dipingpong sana sini.setelah habis duit banyak.saya kembali di ping pong.katanya bisa urusnya di tempat keluarnya paspor pertama kali.di kupang.yang mau saya tanyakan dokumen apa saja yg harus saya bawa.dan berapa biaya yang harus saya siapkan untuk saya menuelesaikan dan mendapatka hak saya mempunyai paspor kembali?maaf merepotkan.saya butuh informasi sejelasnya.jadi saya bisa bekerja menyiapkan biaya yang harus saya penuhi sebelum saya berangkat ke kupang.terima kasih.

    1. Mbak Putri yang baik,

      Soal dokumen yang harus dibawa sebagai syarat pengurusan paspor baru, sebagaimana dalam tulisan saya di atas adalah fotokopi 1) kartu tanda penduduk yang masih berlaku, 2) kartu keluarga, dan 3) akta kelahiran. Dokumen lain yang bisa digunakan untuk poin 3 (tiga) ini adalah buku nikah atau ijazah terakhir. Berkas asli harus dibawa untuk ditunjukkan saat pemberkasan.

      Soal biaya pembuatan paspor. Saya membuat paspor biasa 48 halaman dengan biaya pembuatan paspor sebesar Rp300.000 dan jasa IT biometrik Rp55.000. Jangan lupa siapkan Rp5.000 untuk biaya admin bank. Ini tarif resmi dan semuanya saya setor langsung ke teller BNI.

      Namun, mengingat Mbak Putri sudah memiliki paspor dan kemudian hilang, sebaiknya siapkan juga laporan kehilangan dan keterangan lainnya untuk disertakan saat pendaftaran. Mungkin Mbak akan dikenakan biaya penggantian paspor. Agar tidak keliru soal syarat, proses dan biaya sehingga menambah kerumitan, Mbak Putri bisa baca syarat lengkapnya di situs resmi kantor imigrasi (http://www.imigrasi.go.id/).

      Semoga bisa membantu dan terima kasih sudah meninggalkan komentar.

      Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*