Gemu Fa Mi Re. Putar Ke Kiri, Nona Manis…

Sore ini langit Jatinangor sedang mendung. Udara sejuk bukan main. Kelewat sejuk malah. Sambil menikmati segelas kopi, saya amati lini masa di dinding akun Facebook. Ada tulisan yang sangat menarik dari akun seorang teman, Phasa Josua.

Di dinding laman Facebook-nya, ia menulis tentang sebuah lagu yang saya ketahui berasal dari Pulau Flores. Terdorong oleh rasa penasaran, saya pun melakukan pencarian di situs Youtube. Wah, benar kata angua yang satu ini.

Lagu Gemu Fa Mi Re sudah menasional! Rupanya saya terlambat mengetahuinya. Maklum, lagi sibuk nulis.

Jadi, setelah melakukan pencarian kilat, saya berhasil menemukan beberapa video yang diunggah di situs berbagi video ini, baik klip video asli lagu Gemu Fa Mi Re maupun atraksi yang ditarikan dengan lagu ini di beberapa wilayah di Indonesia. Selamat menyimak.

Video di atas merupakan lagu asli Gemu Fa Mi Re yang dinyanyikan oleh Nyong Franco bersama Alfred Gare. Mereka adalah sekelompok pemuda asal Maumere, sebuah kota di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Banyak tautan keliru yang menulis lagu Gemu Fa Mi Re ini sebagai lagu dari Ambon, atau Manado. Sayang sekali. Padahal…

Oh ya, bagaimana video tadi? Bagus, bukan? Setahu saya, lagu ini ditarikan secara bersama-sama dan ditarikan saat pesta, syukuran atau saat sedang berkumpul bersama, dalam bentuk lingkaran. Setidaknya di Kupang, seperti yang terlihat dalam video di bawah ini.

Sementara itu di Manado, lagu ini menjadi lagu pengiring senam. Aerobik tepatnya. Hm, saya jadi tertarik ingin ikut senam setelah melihat video yang ini.

Lain Manado, lain juga Tasikmalaya. Dalam sebuah acara Api Unggun saat Perkemahan Temu Penggalang dan Penegak Kwaran Cigalontang di Tasikmalaya, Jawa Barat, para anggota Pramuka pun ikut bergoyang dalam irama musik ini dan mereka sebut joged.

Sepertinya tarian hiburan dengan iringan Gemu Fa Mi Re sudah jamak dilakukan oleh anggota Pramuka. Di Denpasar, Bali, tarian ini dilombakan. Kak Sudira bahkan mengunggah video gerak yang akan dilombakan pada tahun 2014 ini di Sanggar Ardhanareswari, Kelurahan Pedungan, Denpasar, Bali. Senam Gemu Fa Mi Re, demikian namanya. Coba kita lihat.

Namun yang membuat saya sempat menitikkan air mata haru *halah* adalah ketika sejumlah anak dari SMA 02 Kroya, Cilacap berteriak histeris “Ke kiriiii… ke kiriiii…” sebelum teman-teman penarinya naik ke atas pentas. Tarian yang dipentaskan saat pelepasan anak kelas XII ini tak lain dan tak bukan, Gemu Fa Mi Re. Tiba saat reffrain, mereka pun bernyanyi mengikuti lirik lagu. Mirip konser. Dan mereka hapal liriknya.

Jika Sobat lakukan pencarian yang sama, akan Sobat temukan banyak video sejenis yang diunggah dari sejumlah wilayah di Indonesia.

Gemu Fa Mi Re memang luar biasa. Orang Maumere pun luar biasa.

Putar ke kiri e, Nona manis putarlah ke kiri, ke kiri, ke kiri

Salam,

Adhy Langgar

Comments

  1. riso

    Bro Adhy Langgar,

    cukup bagus sajiannya.
    Saya pernah tinggal d Kupang kira2 1 tahun. Disana saya terpesona dengan pantai lasiana, nona manis deng dorang pung sambal. Saya lupa nama sambalnya. Tapi yang jelas, sambalnya tercampur dengan perasan air jeruk nipis (bahkan jeruk nipisnya juga ikut di ulek.) Dan sambal itu dapat bertahan sampai dengan 2 minggu bila ditempatkan dalam topless tertutup.
    Saat ini saya request agar anda menulis 1 resep yang harus dicoba semua orang di Indonesia. Biar NTT semakin kaya rasa dan kaya asa.

Leave a Reply