Setahun Sudah Tanpa Kabar dari Lion Air

Malam itu, Minggu, 29 Januari 2012, saya tiba di Kupang.

Selepas penerbangan yang cukup melelahkan dari Cengkareng (ditambah dengan perjalanan darat sebelumnya dari Jatinangor), aroma aspal landas pacu Bandar Udara El Tari Kupang yang sempat basah oleh hujan, segar terhirup. Pulang kampung kali ini membawa sejuta harapan. Masih jelas membayang dalam benak, suasana Ruang Kedatangan Bandara El Tari Kupang saat itu.

Hari telah larut. Wajah lelah dan kuyu terlihat tak sabar menanti datangnya bagasi mereka dari conveyor belt.

Saya pun demikian.

Tak lama kemudian, mesin conveyor berbunyi. Serentak orang-orang berdesakan. Ruangan yang sempit ini mendadak riuh rendah dengan aktifitas. Seluruh penumpang Lion Air yang baru saja mendarat, para portir, semuanya serentak bergerak.

Saya juga.

Satu per satu penumpang Lion Air meninggalkan ruangan sambil mendorong trolley berisi barang bawaan mereka. Penerbangan Lion Air dari Cengkareng tujuan El Tari Kupang via Juanda, Surabaya, kali ini penuh penumpang dan padat bagasi. Entah apa saja bawaan para penumpangnya. Terlihat wajah lelah dan kuyu sedikit berganti lega dan syukur kala mereka melangkah keluar dari ruang kedatangan. Mereka semua tentu bahagia karena sudah tiba di Kupang dengan selamat, utuh bersama barang bawaan dan bagasi yang mereka jaga baik-baik sejak sebelum jam keberangkatan.

Saya tidak.

Hingga bagasi terakhir diangkat dari atas conveyor belt, bagasi saya: sebuah koper berukuran sedang, berwarna cokelat, tidak terlihat sama sekali.

Saya tidak sendirian. Lima orang penumpang Lion Air lainnya juga bernasib sama. Malam itu, Minggu, 29 Januari 2012, maskapai Lion Air memberi saya sebuah definisi jelas pada frasa “Kehilangan Bagasi” yang biasa saya baca dalam lembar tiket penerbangan.

Sejuta harapan, pecah berantakan.

Malam ini, 30 Januari 2013, setahun sudah saya menunggu. Menunggu pertanggungjawaban. Menanti kabar dari Lion Air. Entah sampai kapan. Akan saya tuliskan  lebih lengkap pengalaman pedih ini dalam tulisan berikutnya. Segera. Semoga. Suer.

Salam,

Adhy Langgar

*update: Lanjutan tulisan saya bisa dibaca di “Titi Batu” untuk Lion
Gambar dari Okezone.com

Leave a Reply