Cara Mudah Bikin PDF Jadi DOC

Tidak terasa sudah lebih dari tiga belas tahun saya bekerja di bidang administrasi pemerintahan. Pekerjaan yang lebih banyak membuat saya harus duduk berhadapan dengan komputer sepanjang hari kerja, mulai Senin hingga Jumat, dengan aplikasi utama yang terpakai untuk pengolahan kata (baca: Microsoft Word) maupun dokumen portable alias PDF.

Urusan mengetik, cetak, pindai dokumen kedinasan, hingga proses administrasi surat-menyurat dinas, menjadi aktifitas rutin yang mewarnai pekerjaan saya sehari-hari. Namun tentu saja saya tidak bekerja sendirian, pun saya tak ingin melakukan sendiri semua pekerjaan. Dude, I don’t get paid that much to do all the work by myself.

Dalam melaksanakan pekerjaan, saya selalu berhubungan dengan dokumen data dan informasi awal yang tidak saja disampaikan dalam bentuk fisik (hardcopy) namun juga yang dikemas dalam bentuk digital (softcopy), diantaranya berupa berkas berformat PDF. Karena keringkasan dan kepraktisannya, format PDF seolah menjadi pilihan utama dokumen digital bagi banyak orang, untuk aneka rupa publikasi hingga salinan dokumen pemerintah yang disediakan secara daring.

Dari pembuatan undang-undang, peraturan, buku, pedoman, gambar atau grafis, petunjuk pelaksanaan kegiatan dan sebagainya, sampai kegiatan surat-menyurat, bisa dipastikan tersedia salinan berupa berkas PDF yang bisa diunduh langsung via situs web, menjadi lampiran dalam komunikasi surat elektronik, bahkan menjadi obyek yang mudah disebar luas lewat aplikasi perpesanan yang populer seperti WhatsApp.

Namun demikian, di balik segala kemudahan akses lintas media yang ditawarkan oleh berkas PDF, tersimpan sebuah kerumitan yang siap membayangi penggunanya. Tidak jarang, saya temukan dokumen PDF yang, karena sifat isinya, harus disalin untuk diubah-sesuaikan dengan konteks yang berbeda.

Sebagai contoh, pada produk digital berupa Pedoman Umum untuk sebuah kegiatan nasional terbitan salah satu Kementerian. Produk ini, berdasarkan prosedur standar operasionalnya harus ditindaklanjuti menjadi Petunjuk Pelaksanaan di tingkat provinsi untuk selanjutnya menjadi pijakan yang resmi dalam pembuatan Petunjuk Teknis oleh pemerintah kabupaten maupun kota. Unsur yang perlu diubah tidak banyak, hanya tekstual redaksional. Seperti biasa, cepat adalah kata kunci penting, nyaris keramat. Tak peduli berapa pun banyaknya jumlah halaman dalam dokumen tersebut.

Ini barang su keluar dari pusat tapi kenapa lama sekali proses di provinsi? Kami di kabupaten sudah tunggu setengah mati, belum lagi harus berhadapan dengan masyarakat!“. Ailo, mati sudah kita.

Tidak ada cara lain, saya harus bergegas, karena tekanan selalu lebih besar dan terarah hanya ke bawah. Kira-kira begitu bunyi hukum fisika yang saya ingat saat masih kuliah di Fakultas Sastra.

Namun Sodara-sodara, dokumen PDF tidak dapat disunting begitu saja tanpa pengolah digital khusus untuk berkas jenis ini, apalagi yang dapat memrosesnya secara gratis. Jika menggunakan aplikasi berbayar, hal ini mudah saja. Aplikasi pengolah PDF buatan Adobe sudah lebih dari cukup, asal siapkan saja dana untuk berlangganan secara rutin.

Alternatif lainnya adalah menggunakan produk yang serupa asli, tapi palsu. Sayangnya, saya sejak lama sudah memutuskan untuk sebisa mungkin menghentikan penggunaan aplikasi hasil cracked, hacked dan sejenisnya. Bukan sok suci tapi sedang diet program bajakan, sebut saja begitu.

Karakteristik aplikasi yang saya butuhkan sederhana saja, yakni sebuah pengolah PDF yang gratis, resmi, dan cepat. Tak perlu instal ini-itu atau daftar ini-itu atau bayar ini-itu. Itu saja. Cari yang gampang-gampang saja. Saya orangnya gampangan, kok. Tanpa menunggu lama, saya hubungi teman sejati saya.

Teman sejati adalah teman yang bersedia mendengar keluh-kesah kita. Itulah yang saya rasakan dari Om Gugel. Teman sejati adalah teman yang memberi solusi. Itulah yang saya temukan pada Om Gugel.

Om, ini pdf ada ratusan halaman. Kalo ketik ulang, sampe tahun depan ju belum tentu habis. Bisa bantu bekin karmana ko supaya beta pung jari jang putus patah gara-gara ketik ini nene moyang pung barang ni?

Keluhan saya didengar oleh Om Gugel. Dengan segera ia potong pembicaraan saya, dan cepat-cepat berikan saran pemecahan kebuntuan yang saya alami. Ia memberi solusi namun tidak mendikte. Sungguh beruntung memiliki teman seperti ini, yang sama sekali tidak menghakimi. Sesekali ia menawarkan iklan. Begitulah pertemanan kami.

Ribuan alternatif keluar dari hasil pencarian Google Search dan saya hanya bertugas untuk memilih solusi yang tepat, yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan saya. But, the devil is in the detail. Pilih program yang mana, bro?

Agar tak sia-sia pengalaman dan dedikasi selama belasan tahun menjadi tukang bikin surat di kantor, saya bagikan saja tiga aplikasi berbasis web yang menjadi senjata bantuan saya saat bekerja. Ibarat game, saya punya tiga nyawa cadangan.

1.Google Drive.

Bagi para jemaat Google, umat yang alamat surel-nya Gmail, ponselnya Android, pengguna peramban Chrome, tentu sudah tidak asing dengan Drive, si penyimpan data berbasis komputasi awan.

Nah, apa yang bisa dilakukan oleh Google Drive pada berkas PDF? Dengan bantuan Google Docs, berkas PDF dapat disulap menjadi DOC dalam sekejap, tanpa basa-basi. Begini caranya.

Langsung saja unggah berkas PDF yang dibutuhkan ke dalam folder Drive. Sebaiknya gunakan komputer desktop atau laptop untuk kemudahan koordinasi jari dan mata. Arahkan kursor dan sorot berkas yang telah diunggah itu, klik kanan, pilih Open With, dan klik kiri pada Google Docs. Jendela baru akan terbuka dan tunggulah. Keajaiban teknologi sedang terjadi di depan mata, hidung, dan mulut kita sendiri. Itu jika sedang sendirian tentunya.

google-docs
Upload >> Right Click >> Open With >> Google Docs

Jendela baru peramban akan terbuka otomatis dan dapatkan hasil yang telah diidam-idamkan.

Performa Google Drive dalam mereproduksi berkas PDF untuk ditampilkan dengan Google Docs sudah cukup memuaskan, menurut saya. Entah sudah berapa kali saya melakukan konversi PDF dengan perangkat daring ini, dengan berbagai macam tataletak tulisan. Semuanya dapat dikonversi secara baik dan jelas. Tentu saja butuh penyuntingan lebih lanjut sesuai kebutuhan.

Kelemahan yang saya temui sejauh ini hanya satu. Konversi PDF menjadi tidak memuaskan untuk berkas PDF dengan format Tabel atau Gambar bercampur dengan teks di dalamnya.

Bukan pengguna Google? Mama sayange. Beta sonde tau mau bilang apa lai

Tapi, silakan coba metode berikut ini. Mungkin cocok.

2. PDFtoDOC

PDFtoDOC merupakan aplikasi konverter daring yang mampu mengubah berkas PDF menjadi berkas DOC yang lebih baik dibanding konverter lainnya. Ini tulisan yang saya baca di situs web-nya.

Caranya mudah saja, langsung unggah dokumen PDF yang hendak dikonversi. Hebatnya, aplikasi ini sanggup mengubah 20 berkas secara sekaligus. Luar biasa, bukan?

Ketika proses konversi telah selesai, kita masih diberi pilihan untuk mengunduh masing-masing berkas secara terpisah atau klik saja DOWNLOAD ALL dan semua berkas terunduh dengan rapi dalam arsip berformat ZIP.

Apakah itu saja? Oh, tentu tidak. Masih disediakan pilihan untuk mengubah PDF menjadi berkas apa saja atau dari format apa saja menjadi PDF lewat aplikasi ini.

pdf-to-doc

PDFtoDOC menjadi andalan saya hingga saat ini dalam urusan bikin PDF jadi DOC. Selama berkas PDF yang diubah merupakan PDF yang dibuat secara digital. Maksud saya, PDF yang dihasilkan dengan export dari MS Word. Bukan hasil scan atau photo yang di-PDF-kan.

Bila berasal dari PDF yang orisinil, maka semua isi dokumen mulai dari susunan paragraf, ukuran halaman, tataletak, hingga Tabel atau Grafik akan secara otomatis tersusun rapi dalam format DOC. Sejauh ini saya belum pernah dikecewakan dengan hasil konversi PDFtoDOC. Opsi untuk PDFtoDOCX pun tersedia.

Bila hasil scan atau photo yang di-PDF-kan itu dikonversi, maka aplikasi ini akan mengimpor secara langsung gambar scan atau foto ke dalam susunan tataletak, apa adanya. Ini sangat bermanfaat jika yang Anda berhadapan dengan materi presentasi yang berupa PDF atau hanya menginginkan ekstraksi elemen image dari sebuah berkas PDF.

Namun, jika ternyata yang dibutuhkan lebih dari sekadar konversi, mungkin hal selanjutnya ini yang Anda cari.

3. PDFResizer

PDFResizer namanya. Aplikasi penyunting PDF ini bisa membantu hampir semua kebutuhan esensial dalam berurusan dengan dokumen PDF. Lihat saja, mau split and merge, optimize, crop, resize? Bisa. Bahkan convert pun bisa.

Aplikasi ini dibangun dengan CakePHP 2.0 web framework, Debian GNU/Linux, pdftk, ghostscript and pdftoppm command line sehingga sanggup menangani hingga 50 berkas, dengan ukuran keseluruhan berkas sebesar 100MB, secara bersamaan. Canggih, kaka.

Alur kerja saya cukup panjang dalam memroduksi sebuah dokumen. Contohnya dalam menyiapkan sebuah laporan kegiatan. Saya akan membuat berkas yang berbed untuk masing-masing elemen tulisan. Mulai dari Cover, Pendahuluan hingga Penutup, semuanya terpisah. Ini saya lakukan agar ketika terjadi perbaikan kecil dalam penyuntingan atau penambahan elemen lain, susunan tataletak keseluruhan tulisan tidak terpengaruh secara drastis.

Ketika semuanya sudah oke, saya pakai PDFResizer ini. Ukuran output berkas PDF yang kadang menjadi gila-gilaan besarnya hingga sulit di-attach dalam surel pun bisa dijinakkan dengan fitur optimize dan kualitasnya tetap terjaga.

pdfresizer

Bonus.

Saya paling enggan mengetik ulang. Menyalin berlembar-lembar isi buku, laporan, atau jurnal, sungguh sangat menyebalkan. Tapi, berkat kehebatan daya pikir anak bangsa sebelah, itu pun ada solusinya.

Ini rahasia saya sebenarnya. Dengan Google Drive kita bisa membuat teks pada buku fisik menjadi digital secara cepat untuk pengetikan lebih lanjut. Tetap gratis, tentunya. Kemampuan Optical Character Recognition atau OCR pada Google Drive tidak terbatas dalam mengubah PDF menjadi DOC saja. Berkas image format JPG, GIF, PNG, juga bisa.

Silakan ikuti panduan buatan TutsPlus untuk lengkapnya (Lihat: How to OCR Documents for Free in Google Drive). Seperti yang saya bilang, saya enggan tik ulang.

Itu sudah. Tiga plus satu hal yang saya ketahui soal seluk-beluk dan sisik-melik per-PDF-an selama saya menjadi tukang bikin surat di kantor. Semoga bermanfaat.

Salam.

Adhy Langgar.

Leave a Reply