Pound the Alarm, I’m Blogging!

Well, judul tulisan yang terasa lebay di mata dan di lidah. Oh ya, judul tulisan ini terinspirasi *halah* dari judul lagu Kak Nikki Minaj yang luar biasa itu. Bagaimana, videonya bagus, kan?

Jadi begini. Saya pernah memiliki laman blog. Baik yang berbasis blogspot maupun wordpress. Saya sebut ‘pernah memiliki’, karena blog pertama yang saya buat di blogger.com saya tinggalkan karena kata sandi telah lama terselip dan terlupakan. Blog kedua saya, saya tuliskan berbasis wordpress.com. Alasannya sederhana: ingin mencoba blogging platform baru. Banyak sudah tulisan yang saya terbitkan (jumlah dua atau lebih dapat dikategorikan sebagai banyak, red) namun entah mengapa situs tersebut ditutup dengan semena-mena oleh sang pemilik rumah. Tiba-tiba suspended gara-gara violation. Mbuh! Saya hanya tercenung. Lalu mendadak blogging tidak lagi tampak seksi di mata saya.

Hingga suatu ketika.

Secara tidak sengaja, dalam sebuah sesi pengembaraan maya, saya ‘terantuk’ pada sebuah situs. Namanya masterweb. Aha! Pucuk di cinta, ulam tiba. Pucuk… Pucuk… Pucuk!

Lalu ketiga ulat tersebut bergegas meman… Ah, sudahlah.

Tawaran untuk memiliki sebuah situs dengan domain nama sendiri sungguh sangat menggoda. Walaupun harus ditebus dengan kerelaan untuk menyiapkan dana tambahan untuk hosting situs tersebut. Butuh waktu lama bagi saya untuk memahami seluk beluk domain, hosting, dan segala tetek-bengeknya itu. Maklum, lagi sibuk kuliah.

Secara sederhana, saya mengibaratkan domain sebagai bangunan rumah. Hosting menjadi tanah kavlingnya. Namun bangunan rumah belum bisa ditempati. Domain bukan website. Butuh elemen tambahan penting lagi, bernama website builder. Nah, di sini saya terhenti sejenak. Domain dan hosting hanya ‘sejauh mesin ATM’. FYI, masterweb memberi saya penawaran terbaik (baca: dapat diskon).

Lantas, apakah karena saya tidak mampu membangun sebuah situs web maka saya harus mengadu pada rumput yang bergoyang lalu berlari ke hutan, ke pantai, pecahkan semua gelas hingga gaduh? (coming soon to cinemas near you: Ada Apa Ebiet dengan Cinta?)

Solusi yang sederhana ternyata sungguh ada! Tanpa repot, tak perlu ribet. Pakai saja wordpress.org.

Akhirnya, saya beranikan diri untuk mendaftarkan nama domain dan mengontrak paket hosting. Lalu, voila! Jadi, deh.

Lagipula, menulis pada situs dengan domain sendiri ternyata lebih nikmat. Apalagi, ditambah dengan akun surel yang spesial (bukan dengan jimel apalagi yahu, no offense ya…).

Tantangan terbesar bagi saya kini adalah menjaga agar situs ini tetap terisi, diperbarui secara teratur, dan bermanfaat. Padahal saya masih sibuk kuliah.

Salam,

Adhy Langgar

Comments

Leave a Reply